Rabu, 13 Mei 2026

Portal KSTI Mendadak Tak Bisa Diakses, Diduga Berkaitan dengan Kritik dan Intimidasi terhadap Ketua Umum

 

Jakarta, 13 Mei 2026 - Portal media dan informasi milik organisasi Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia, Kabeh Sedulur Tamansiswa Online, dilaporkan tidak dapat diakses pada Rabu (13/5/2026). Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya tekanan dan intimidasi digital yang berkaitan dengan kritik yang sebelumnya disampaikan Ketua Umum KSTI, Indria Febriansyah.

Gangguan akses terhadap portal organisasi itu terjadi di tengah meningkatnya eskalasi persoalan yang dialami jajaran pengurus KSTI, mulai dari dugaan ancaman pembunuhan, intimidasi digital, hingga penyebaran konten deepfake bermuatan asusila yang disebut menyerang Ketua Umum organisasi tersebut.

Sejumlah kader dan simpatisan KSTI mengaku mulai kesulitan membuka portal organisasi sejak siang hari. Situs yang selama ini digunakan sebagai media publikasi kegiatan organisasi, opini sosial-politik, serta ruang aspirasi kader itu mendadak tidak dapat diakses secara normal.

Pihak internal KSTI menduga gangguan tersebut bukan semata persoalan teknis biasa, melainkan berkaitan dengan meningkatnya tekanan terhadap organisasi setelah beberapa kritik disampaikan secara terbuka oleh Ketua Umum KSTI terhadap kondisi relawan dan dinamika kekuasaan pasca Pilpres 2024.

Ketua Departemen Advokasi dan Legal KSTI, Ramot Situmeang, mengatakan pihaknya sedang melakukan penelusuran teknis bersama tim teknologi informasi untuk memastikan penyebab lumpuhnya portal tersebut.

“Kami sedang mendalami apakah ini murni gangguan teknis atau ada dugaan serangan digital yang berkaitan dengan situasi yang sedang dialami organisasi. Karena waktunya berdekatan dengan ancaman dan intimidasi yang diterima Ketua Umum kami,” ujar Ramot kepada wartawan.

Menurutnya, kebebasan menyampaikan pendapat dan kritik dalam negara demokrasi semestinya tidak dibalas dengan tekanan, teror, ataupun pembungkaman digital.

“Kalau benar ada pihak-pihak yang mencoba membungkam ruang informasi organisasi melalui tekanan siber, maka itu adalah ancaman serius terhadap demokrasi dan kebebasan berekspresi,” tegasnya.

Sementara itu, Pembina Muda KSTI, Edi Susilo, menyatakan bahwa peristiwa tersebut justru memperkuat kekhawatiran publik bahwa kritik mulai dianggap sebagai ancaman oleh pihak tertentu.

“Ketika ruang aspirasi rakyat mulai terganggu, ketika media organisasi tidak bisa diakses setelah kritik disampaikan, maka publik tentu akan bertanya: ada apa sebenarnya dengan demokrasi kita hari ini?” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa organisasi tidak akan mundur dalam menyuarakan kritik sosial yang dianggap sebagai bagian dari tanggung jawab moral terhadap bangsa dan negara.

Di sisi lain, Ketua DPD KSTI Jawa Barat, Candra Assajadah, meminta aparat penegak hukum dan institusi terkait untuk turut menelusuri kemungkinan adanya serangan digital terhadap portal organisasi tersebut.

“Kami berharap negara hadir memastikan ruang digital tidak digunakan untuk intimidasi maupun pembungkaman terhadap kelompok masyarakat sipil,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, portal Kabeh Sedulur Tamansiswa Online masih dilaporkan belum dapat diakses secara normal. Pihak organisasi menyatakan akan terus melakukan investigasi internal dan mempertimbangkan langkah hukum apabila ditemukan indikasi tindakan melawan hukum dalam gangguan tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih atas komentar anda