Kamis, 02 Oktober 2025

REFORMASI POLRI DAN BIROKRASI KEMENTRIAN, LEMBAGA NEGARA SERTA BUMN SANGAT DIBUTUHKAN

Koordinator Aliansi Masyarakat Pendukung Presiden Prabowo Indria Febriansyah Berpendapat Bahwa:

Reformasi Polri bukan sekadar jargon, melainkan kebutuhan mendesak. Selama ini batasan antara pelaku kejahatan dan penindak kejahatan sering kali kabur, bahkan bertukar peran. Kasus-kasus seperti Teddy Minahasa dan Ferdy Sambo menjadi bukti nyata bahwa institusi yang seharusnya melindungi rakyat justru bisa terjebak dalam lingkaran penyalahgunaan wewenang. Karena itu, Presiden Prabowo kami harapkan segera menegaskan reformasi menyeluruh dalam tubuh Polri agar masyarakat tidak lagi ragu pada aparat penegak hukum.

Di sisi lain, reformasi birokrasi juga tidak kalah penting. Banyak putra-putri terbaik bangsa masih kesulitan mendapatkan akses pekerjaan hanya karena minim relasi dan tidak punya "orang dalam". Sementara itu, kementerian, lembaga, hingga BUMN justru dipenuhi oleh pensiunan pejabat yang kembali diberi jabatan strategis. Padahal, mereka sudah mendapatkan hak pensiun yang layak. Biarkan para pensiunan berkontribusi di luar sistem pemerintahan, misalnya menjadi guru, pembina, atau teladan di masyarakat.

Kesempatan yang sama seharusnya diberikan kepada generasi muda yang masih berjuang, yang gajinya belum layak, yang menanti ruang untuk membuktikan diri. Negara tidak boleh hanya dikuasai oleh lingkaran lama yang berputar di kursi kekuasaan.

Kami mendukung Presiden Prabowo untuk benar-benar melaksanakan reformasi birokrasi yang sejati: memberantas KKN, membuka akses kerja secara adil, dan memastikan meritokrasi berjalan. Karena bangsa besar ini hanya bisa maju jika setiap anak negeri mendapat kesempatan yang sama untuk berkarya dan mengabdi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih atas komentar anda