Perjalanan panjang perjuangan Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia (KSTI) bukan sekadar catatan politik, tetapi bagian dari sejarah kebangkitan nasionalisme rakyat. Sejak awal berdirinya, ketika organisasi ini masih bernama Kabeh Sedulur, tekad kami hanya satu: mengawal kepemimpinan nasional yang berakar pada nilai perjuangan, kejujuran, dan keberpihakan pada rakyat kecil.
Tahun 2014 menjadi titik awal pengabdian kami untuk Bapak Prabowo Subianto. Di tengah segala keterbatasan, kami bergerak dari kampung ke kampung, dari alun-alun hingga pasar rakyat, menyebarkan semangat nasionalisme dan cita-cita besar Indonesia berdikari. Fokus perjuangan kami di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Sumatera Selatan menjadi ladang bakti, tempat kami menanam benih keyakinan bahwa suatu hari, perjuangan ini akan menuai hasil.
Puncak semangat itu tergambar jelas dalam kampanye akbar di Alun-Alun Kidul Yogyakarta, Gedung Sasono Hinggil, seperti terekam dalam video dokumentasi perjuangan kami ( https://youtu.be/26QCxBcCRUE?feature=shared ). Di sanalah rakyat berkumpul, menyatu dalam satu suara dan satu tekad: menjemput perubahan.
Meski kekalahan di Pilpres 2019 sempat menorehkan luka, kami tidak pernah berhenti. Kami tetap berjalan, tetap percaya, bahwa pemimpin yang tulus berjuang untuk bangsa akan tiba waktunya diangkat oleh sejarah. Dan benar — tahun 2024 menjadi saksi, ketika seluruh pengorbanan, keyakinan, dan kesetiaan itu terbayar dengan kemenangan rakyat.
Kini, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kami, KSTI, memandang ke depan dengan penuh kebanggaan dan harapan. Suka duka dalam perjalanan panjang itu bukan sekadar kenangan — ia adalah api perjuangan yang tak pernah padam, warisan semangat bagi generasi muda Tamansiswa untuk terus menjaga marwah nasionalisme dan pengabdian bagi Indonesia Raya.
Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia — dari rakyat, oleh rakyat, untuk Indonesia yang bermartabat dan berdaulat. 🇮🇩🔥
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terima kasih atas komentar anda