Sabtu, 31 Januari 2026

IHSG JATUH, ELITE LARI, PASAR MODAL ATAU KOLONI FINANSIAL?



Oleh: Indria Febriansyah

Jangan bodohi rakyat dengan istilah teknis.

Jatuhnya IHSG dan mundurnya Direktur BEI serta Komisioner OJK adalah ledakan dari konflik laten antara kedaulatan negara dan kapital global pemangsa.


Ketika Presiden Prabowo mulai menjalankan kebijakan populis melindungi rakyat, menertibkan permainan kotor, dan mencurigai saham gorengan pasar langsung menjerit. Bukan karena ekonomi runtuh, tapi karena ladang spekulasi mereka terancam ditutup.


Selama bertahun-tahun, bursa saham Indonesia dijadikan meja judi elit. Saham gorengan dipelihara, manipulasi harga didiamkan, rakyat disuruh “literasi keuangan” sementara oligarki menghisap nilai dan kabur membawa cuan. Negara dipaksa pura-pura tidak tahu.


Hari ini topeng itu jatuh.

BEI dan OJK terlalu lama bersembunyi di balik jargon independensi, padahal praktiknya menjadi kepanjangan tangan kapitalis global. 


Setiap upaya negara menegakkan kedaulatan selalu ditakut-takuti pasar panik, investor pergi, IHSG jatuh. Seolah-olah Indonesia tidak boleh berdaulat karena takut pada indeks. Ini penjajahan gaya baru.

Pasar modal yang sehat tidak takut pada negara.

Yang takut hanyalah spekulan, bandar gorengan, dan investor oportunis yang selama ini mengeruk kekayaan Indonesia tanpa tanggung jawab sosial.


Maka jangan tangisi kejatuhan IHSG.

Tangisi jika negara terus tunduk pada moncong pasar global.

Lebih baik bursa saham berdarah sebentar daripada rakyat terus diperas seumur hidup. Lebih baik elit yang mundur daripada negara yang menyerah. Ini bukan krisis, ini operasi pembongkaran.

Indonesia punya Pancasila. Indonesia punya UUD 1945.


Pasal 33 jelas!!! Ekonomi disusun sebagai usaha bersama, bukan ladang bancakan segelintir orang.

Kini saatnya mengganti wasit, bukan menenangkan bandar.

Saatnya menghadirkan pejabat pasar modal nasionalis Merah Putih, yang berpihak pada rakyat, berani melawan spekulasi, dan tidak sujud pada rating asing.


Jika pasar global tidak suka Indonesia berdaulat, biarlah. Negara tidak dibangun untuk menyenangkan investor,

*Negara dibangun untuk melindungi rakyatnya.*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih atas komentar anda