Sabtu, 31 Januari 2026

Presiden Prabowo, Palestina dan Israel


Two State Solution, Prabowo, dan Fitnah Kemanusiaan yang Dipelintir


Oleh: Indria Febriansyah


Ada satu kebohongan besar yang hari-hari ini sengaja diproduksi, diulang, dan disebarluaskan oleh sebagian aktivis NGO dan para influenzer politik bahwa Presiden Prabowo Subianto disebut pro-Israel dan tidak berpihak pada Palestina. Narasi ini bukan hanya keliru, tetapi berbahaya karena memelintir isu kemanusiaan menjadi alat fitnah politik dengan agenda besar di belakangnya.

Mari kita luruskan secara jernih.


Presiden Prabowo secara konsisten menyuarakan Two State Solution sebagai jalan keluar konflik Palestina–Israel. Ini bukan narasi pro-Israel. Ini adalah sikap realistis diplomasi internasional yang diakui PBB dan komunitas global sebagai satu-satunya formula yang secara struktural dapat menghentikan pertumpahan darah yang terus berulang di Gaza dan wilayah Palestina lainnya.

Namun narasi ini dipotong, dimanipulasi, dan dibelokkan.


Para aktivis NGO tertentu dan influencer politik dengan sengaja menghilangkan konteks kemanusiaan dari Two State Solution, lalu membingkainya seolah Presiden Prabowo menjamin keamanan Israel dan mengabaikan penderitaan Palestina. Padahal justru sebaliknya tanpa jaminan keamanan timbal balik, tidak akan pernah ada penghentian korban sipil di Gaza. Fakta ini pahit, tetapi nyata.

Pertanyaannya sederhana!!


Jika bukan Two State Solution, lalu solusi apa yang benar-benar menghentikan kematian anak-anak Gaza??


Faktanya, jutaan nyawa Palestina telah melayang dari tahun ke tahun. Anak-anak kehilangan orang tua. Rumah-rumah diratakan. Ekonomi Palestina dihancurkan secara sistematis. Bantuan kemanusiaan yang datang dari berbagai negara termasuk negara-negara Muslim nyatanya hanya bersifat tambal sulam, tidak menghentikan perang, tidak menghentikan bom, tidak menghentikan blokade. Mengapa????


Karena Israel berdiri di bawah dukungan penuh aliansi Barat, dengan kekuatan militer, ekonomi, dan politik global yang tidak bisa dilawan hanya dengan slogan, poster, atau unggahan media sosial penuh emosi.

Ironisnya, mereka yang paling lantang menuduh Prabowo “pro-Israel” justru tidak pernah benar-benar berteriak atas nama kemanusiaan. Mereka tidak menawarkan solusi yang menghentikan korban. Mereka tidak berbicara soal struktur kekuasaan global. Mereka tidak membongkar peran aliansi Barat. Yang mereka lakukan hanyalah mengkapitalisasi penderitaan Palestina untuk menyerang lawan politik di dalam negeri.

Ini bukan solidaritas.

Ini eksploitasi tragedi.

Lebih menyedihkan lagi, fitnah ini dikemas seolah moral tinggi, seolah paling pro-Palestina, padahal substansinya kosong. Tidak ada seruan konkret untuk menghentikan perang. Tidak ada strategi diplomatik. Tidak ada keberanian menyentuh akar masalah. Yang ada hanya ujaran kebencian, framing jahat, dan penggiringan opini publik demi agenda besar yang tidak pernah jujur diungkapkan.

Maka saya katakan dengan tegas, 


Menuduh Presiden Prabowo pro-Israel karena mendorong Two State Solution adalah fitnah.


Dan memelintir isu Palestina demi kepentingan politik domestik adalah pengkhianatan terhadap nilai kemanusiaan itu sendiri.


Palestina tidak butuh kepalsuan moral.

Palestina butuh perdamaian yang menghentikan kematian.

Dan sejarah kelak akan mencatat siapa yang benar-benar berjuang untuk kemanusiaan, dan siapa yang hanya berteriak paling keras sambil menari di atas kuburan para korban.


https://kabehsedulurtamansiswa.online/two-state-solution-presiden-prabowo-di-plintir-menjadi-fitnah-kemanusiaan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih atas komentar anda