MERAH PUTIH DI LANGIT NEGERIKU
Di ufuk pagi, saat embun masih menggigil,
Kau berkibar pelan, anggun, tapi teguh —
Merah darahku, putih tulangku,
Kau bukan kain biasa,
Kau adalah nyawa bangsa yang tak pernah menyerah.
Kau lahir dari peluh dan luka,
Dari tembakan penjajah dan deru senapan bambu,
Dari ibu yang kehilangan anak,
Dari anak yang merindukan ayah tak kembali pulang.
Merahmu adalah keberanian,
Keberanian untuk melawan, untuk berdiri,
Untuk berkata: "Kami merdeka!"
Putihmu adalah kesucian niat,
Bahwa kemerdekaan bukan untuk menindas,
Tapi untuk membebaskan.
Bendera,
Kau tidak bicara,
Tapi kau berseru lebih lantang dari pidato mana pun.
Kau tidak melangkah,
Tapi kau menggetarkan kaki jutaan pejuang.
Kini,
Kami berdiri di bawahmu,
Tak lagi mengangkat senjata,
Tapi mengangkat sumpah:
Kami jaga kehormatanmu, kami jaga Indonesia.
Dan jika ada yang berani merendahkanmu,
Maka dengarlah:
Kami adalah cucu-cucu revolusi,
Yang tak pernah diam jika tanah ini dihina.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terima kasih atas komentar anda