Indria Febriansyah, S.E., M.H. adalah sosok sentral dalam perjuangan ekonomi kerakyatan di Indonesia, khususnya dalam konteks pemberdayaan desa dan koperasi berbasis digital. Ia bukan hanya dikenal sebagai penggagas utama program Fintech P2P Lending Koperasi Desa Merah Putih, tetapi juga sebagai seorang pemimpin visioner yang menjembatani idealisme kerakyatan dengan teknologi modern.
🔻 Peran dan Kontribusi Utama:
- Ketua Umum Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia, wadah alumni dan aktivis yang menghidupkan kembali semangat kebangsaan dan ajaran Ki Hadjar Dewantara di era modern.
- Penggagas Skema Findes Merah Putih, yaitu program nasional berbasis financial technology untuk koperasi desa, yang menyasar 80.000 desa di Indonesia dengan dukungan dari BUMN, HIMBARA, dan Kementerian Koperasi dan UKM.
- Seorang praktisi Lembaga Keuangan Non Bank yang menyandang gelar Sarjana Ekonomi dan Magister Hukum. Ini menjadikan Indria tidak hanya paham ekonomi makro, tetapi juga memiliki landasan hukum yang kuat dalam merancang kebijakan dan sistem kelembagaan koperasi rakyat.
🧠Nilai-nilai dan Visi Hidup:
- Berpihak pada rakyat kecil, terutama petani, nelayan, pedagang pasar, dan warga desa yang selama ini terpinggirkan oleh sistem ekonomi oligarkis dan tengkulak.
- Kritis terhadap kekuasaan dan tegas terhadap kebijakan negara yang dianggap tidak pro-rakyat.
- Menjunjung tinggi keadilan sosial, keadilan hukum, dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai fondasi utama dalam membangun Indonesia yang merdeka secara ekonomi dan martabat.
🔧 Pendekatan Strategis:
- Menggunakan pendekatan edukasi masyarakat berbasis Tamansiswa untuk menyosialisasikan koperasi, literasi keuangan, dan teknologi digital desa.
- Menjalin kerja sama lintas institusi: dari akar rumput, kampus, lembaga pemerintah, hingga presiden — dengan semangat gotong royong dan independensi gerakan rakyat.
Indria Febriansyah adalah simbol dari generasi muda bangsa yang tidak puas hanya dengan retorika — ia membangun sistem. Ia menyatukan nilai-nilai perjuangan lama dengan strategi modern, menjadikan koperasi bukan sekadar nostalgia, tetapi alat pembebasan yang relevan untuk masa depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terima kasih atas komentar anda