Skandal Dokumen di UST: Rektorat Diduga Hapus Tanda Tangan Prof. Sri Edi Swasono
Yogyakarta, 28 Agustus 2025 – Pertemuan klarifikasi antara Ketua BEM Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), Ain Dadong, dengan Ketua Pembina Yayasan Sarjanawiyata Tamansiswa sekaligus Ketua Majelis Luhur Tamansiswa, Ki Prof. Sri Edi Swasono, membongkar fakta mencengangkan. Dugaan bahwa mahasiswa menghapus tanda tangan Prof. Edi ternyata hanyalah rekayasa yang disebarkan pihak rektorat.
Dalam pertemuan resmi di kantor Yayasan Tamansiswa, Jalan Kusumanegara 157 Yogyakarta, Kamis (28/8) pagi, Prof. Edi menegaskan bahwa dokumen asli memang memuat tanda tangannya. Setelah dicocokkan dengan salinan yang diterima mahasiswa, terbukti keduanya identik. Artinya, tuduhan rektorat bahwa BEM UST melakukan penghapusan tanda tangan terbukti tidak benar.
“Alhamdulillah sekarang sudah jelas bahwa tulisan dari Ki Edi mengenai pembengkakan dana direktorat UST benar adanya. Kami difitnah menghapus tanda tangan, padahal yang justru menghapus adalah pihak rektorat sendiri. Ada sesuatu yang ditutupi dalam upaya mengaburkan informasi dari pembina yayasan,” tegas Ain Dadong, Ketua BEM UST.
Ain menambahkan, BEM kini telah mengantongi dokumen asli yang telah dibubuhi notte dan tanggal langsung oleh Prof. Sri Edi Swasono. Bukti ini memperkuat bahwa informasi tentang dugaan pembengkakan anggaran rektorat UST memang sahih.
Dugaan Manipulasi dan Upaya Menutup-nutupi
Kasus ini menyingkap adanya praktik manipulasi dokumen yang dilakukan secara sistematis. Rektorat UST diduga sengaja menghapus tanda tangan pembina yayasan demi melemahkan kredibilitas mahasiswa dan menutupi laporan terkait pengeluaran rektorat yang membengkak di luar rencana anggaran serta pembangunan gedung dengan nilai tak wajar.
Fakta ini menunjukkan adanya indikasi pemalsuan dokumen sekaligus upaya pengaburan informasi yang berpotensi melanggar hukum.
BEM: Fitnah Terstruktur untuk Membungkam Mahasiswa
BEM UST menilai bahwa fitnah penghapusan tanda tangan ini merupakan bagian dari skenario untuk membungkam kritik mahasiswa. “Kami melihat ada pola: mahasiswa dikambinghitamkan agar suara tentang skandal anggaran hilang. Tapi sekarang kebenaran sudah terbuka,” lanjut Ain.
Dengan ditemukannya bukti otentik, mahasiswa mendesak agar persoalan ini segera diusut tuntas, baik oleh yayasan maupun aparat hukum, karena menyangkut integritas akademik dan transparansi keuangan di lingkungan kampus Tamansiswa.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terima kasih atas komentar anda