https://kabehsedulurtamansiswa.online/jika-direksi-perbankan-tak-sejalan-dengan-logika-kerakyatan-saatnya-harus-diganti/
Merombak Direksi Bank Himbara Jalan Berani Menuju Kedaulatan Ekonomi Nasional
(Oleh: Ketua Umum Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia)
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto untuk merombak total jajaran direksi Bank Himpunan Milik Negara (Himbara) adalah langkah politik-ekonomi yang tepat, sah, dan mendesak. Ini bukan sekadar reshuffle manajemen, melainkan penegasan arah ideologis negara, apakah BUMN perbankan akan terus menjadi pelayan kapital besar, atau kembali ke khitahnya sebagai alat negara untuk mencerdaskan dan menyejahterakan rakyat.
Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia mendukung penuh langkah Presiden Prabowo tersebut.
Bank Negara yang Kehilangan Jiwa Kerakyatan.
Secara konseptual, Bank Himbara dibentuk untuk menjadi financial arm of the state, perpanjangan tangan negara dalam mendorong ekonomi nasional berbasis keadilan sosial. Namun dalam praktiknya, selama bertahun-tahun, kita menyaksikan distorsi fungsi kredit murah dan likuiditas besar justru mengalir ke konglomerat lama, sementara UMKM, koperasi, dan ekonomi desa diposisikan sebagai dekorasi statistik.
Ini bukan kegagalan teknis, tetapi kegagalan ideologis dan struktural. Direksi perbankan BUMN terlalu lama berpikir sebagai banker pasar, bukan sebagai penjaga amanat Pasal 33 UUD 1945. Akibatnya, bank negara beroperasi dengan logika swasta, tetapi berlindung di balik jaminan negara. Untung diprivatisasi, risiko disosialisasi.
Rombak Direksi = Koreksi Sejarah
Apa yang disampaikan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin memperjelas bahwa Presiden Prabowo membaca persoalan ini hingga ke akarnya yaitu kursi pimpinan. Tidak ada reformasi tata kelola tanpa mengganti aktor yang selama ini menikmati status quo.
Keputusan mengganti seluruh direksi Bank Himbara harus dibaca sebagai koreksi sejarah ekonomi nasional, bukan manuver politik sesaat. Negara tidak boleh disandera oleh oligarki finansial yang menguasai kredit, regulasi, dan narasi stabilitas.
Lebih berbahaya lagi, ketika hanya segelintir pengusaha menguasai sumber daya alam dan akses pembiayaan, maka yang lahir bukan pertumbuhan, tetapi ketimpangan struktural dan itu adalah bom waktu sosial.
Talent Scouting: Jangan Sekadar Ganti Wajah
Kami mendukung metode talent scouting dengan satu catatan tegas,
jangan hanya mengganti wajah, tetapi ganti paradigma.
Direksi baru BUMN perbankan harus Nasionalis secara ideologis, bukan sekadar administratif. Berpihak pada ekonomi rakyat, bukan hanya bankable secara kertas. Berani melawan tekanan konglomerat dan pasar global, bukan tunduk pada rating agency. Memahami bahwa stabilitas ekonomi nasional tidak lahir dari indeks semata, tetapi dari daya hidup ekonomi desa, koperasi, dan UMKM.
Generasi muda yang disebut Presiden haruslah generasi yang berani berbeda, bukan generasi yang disiapkan untuk beradaptasi dengan sistem lama.
Negara Harus Kembali Hadir
Jika benar terdapat kebocoran anggaran hingga ribuan triliun rupiah, maka ini bukan sekadar pelanggaran hukum ini adalah kejahatan terhadap masa depan bangsa. Dan dalam situasi seperti ini, netralitas adalah kemewahan yang tidak kita miliki.
Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia berdiri bersama Presiden Prabowo dalam agenda menyelamatkan BUMN dari kolonisasi internal oleh oligarki finansial. Rombak direksi Bank Himbara adalah langkah awal. Selanjutnya, yang dibutuhkan adalah keberanian konsisten untuk menata ulang sistem ekonomi nasional agar kembali berpijak pada rakyat.
Negara tidak boleh takut pada pasar.
Pasar harus tunduk pada kepentingan bangsa.
...............
Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia
Untuk Ekonomi Nasional yang Berdaulat, Adil, dan Berjiwa Kerakyatan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terima kasih atas komentar anda