Minggu, 28 Desember 2025

Sosialisme Tak Pernah Mati: Karena Kapitalisme Selalu Melahirkan Imperialisme



(Oleh Indria Febriansyah)

Sosialisme tidak pernah mati dan tidak akan pernah mati bukan karena romantisme ideologi, melainkan karena kapitalisme selalu menciptakan luka yang sama dari zaman ke zaman. Selama ada penindasan, eksploitasi, dan ketimpangan, selama itu pula sosialisme akan terus lahir sebagai perlawanan moral dan historis.

Kapitalisme membutuhkan satu hal agar terus hidup: ekspansi tanpa batas.

Dan ekspansi tanpa batas itu bernama imperialisme.

Imperialisme: Alat Abadi Kapitalisme

Ketika pasar domestik jenuh, kapitalisme tidak berhenti ia menjajah:

Menjajah sumber daya alam

Menjajah tenaga kerja murah

Menjajah kebijakan negara

Menjajah cara berpikir bangsa

Imperialisme modern tidak selalu datang dengan senjata, tetapi dengan:

Utang

Standar global

Intervensi kebijakan

Narasi “pembangunan”, “reformasi”, dan “bantuan kemanusiaan”

Inilah wajah kolonialisme baru yang lebih halus, tetapi jauh lebih mematikan.

Mengapa Sosialisme Selalu Kembali?

Karena kapitalisme tidak pernah menyelesaikan masalah yang ia ciptakan sendiri.

Kapitalisme menjanjikan kemakmuran, tetapi yang lahir adalah:

Segelintir super-kaya

Mayoritas buruh yang terpinggirkan

Negara yang kehilangan kedaulatan ekonomi

Rakyat yang menjadi objek, bukan subjek pembangunan

Di titik inilah sosialisme muncul bukan sebagai dogma, tetapi sebagai kesadaran kolektif:

bahwa manusia tidak boleh dikorbankan demi laba.

Sosialisme Bukan Masa Lalu, Ia Masa Kini

Sosialisme bukan artefak Perang Dingin.

Ia hidup dalam:

Perlawanan petani terhadap perampasan tanah

Tuntutan buruh atas upah layak

Gerakan menolak privatisasi layanan publik

Penolakan terhadap dominasi korporasi global

Setiap kali rakyat berkata:

“Negara harus hadir melindungi yang lemah”

itulah suara sosialisme yang bekerja.

Kapitalisme Tak Pernah Netral

Kapitalisme selalu berpihak:

Kepada modal, bukan manusia

Kepada laba, bukan keadilan

Kepada akumulasi, bukan distribusi

Dan karena itulah ia membutuhkan negara lemah, regulasi longgar, dan rakyat yang tercerai-berai.

Sebaliknya, sosialisme menuntut:

Negara kuat dan berdaulat

Ekonomi yang melayani rakyat

Keadilan sebagai tujuan, bukan efek samping

Selama Ada Ketidakadilan, Sosialisme Akan Hidup

Sosialisme tidak mati karena ia bukan sekadar ide ia adalah reaksi sejarah terhadap keserakahan.

Selama kapitalisme:

Menghisap tanpa batas

Menjajah dengan wajah baru

Mengorbankan kemanusiaan demi keuntungan

Maka sosialisme akan terus bangkit, beradaptasi, dan hidup.

Bukan karena nostalgia,

melainkan karena kebutuhan zaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih atas komentar anda