(Oleh Indria Febriansyah)
Sosialisme tidak pernah mati dan tidak akan pernah mati bukan karena romantisme ideologi, melainkan karena kapitalisme selalu menciptakan luka yang sama dari zaman ke zaman. Selama ada penindasan, eksploitasi, dan ketimpangan, selama itu pula sosialisme akan terus lahir sebagai perlawanan moral dan historis.
Kapitalisme membutuhkan satu hal agar terus hidup: ekspansi tanpa batas.
Dan ekspansi tanpa batas itu bernama imperialisme.
Imperialisme: Alat Abadi Kapitalisme
Ketika pasar domestik jenuh, kapitalisme tidak berhenti ia menjajah:
Menjajah sumber daya alam
Menjajah tenaga kerja murah
Menjajah kebijakan negara
Menjajah cara berpikir bangsa
Imperialisme modern tidak selalu datang dengan senjata, tetapi dengan:
Utang
Standar global
Intervensi kebijakan
Narasi “pembangunan”, “reformasi”, dan “bantuan kemanusiaan”
Inilah wajah kolonialisme baru yang lebih halus, tetapi jauh lebih mematikan.
Mengapa Sosialisme Selalu Kembali?
Karena kapitalisme tidak pernah menyelesaikan masalah yang ia ciptakan sendiri.
Kapitalisme menjanjikan kemakmuran, tetapi yang lahir adalah:
Segelintir super-kaya
Mayoritas buruh yang terpinggirkan
Negara yang kehilangan kedaulatan ekonomi
Rakyat yang menjadi objek, bukan subjek pembangunan
Di titik inilah sosialisme muncul bukan sebagai dogma, tetapi sebagai kesadaran kolektif:
bahwa manusia tidak boleh dikorbankan demi laba.
Sosialisme Bukan Masa Lalu, Ia Masa Kini
Sosialisme bukan artefak Perang Dingin.
Ia hidup dalam:
Perlawanan petani terhadap perampasan tanah
Tuntutan buruh atas upah layak
Gerakan menolak privatisasi layanan publik
Penolakan terhadap dominasi korporasi global
Setiap kali rakyat berkata:
“Negara harus hadir melindungi yang lemah”
itulah suara sosialisme yang bekerja.
Kapitalisme Tak Pernah Netral
Kapitalisme selalu berpihak:
Kepada modal, bukan manusia
Kepada laba, bukan keadilan
Kepada akumulasi, bukan distribusi
Dan karena itulah ia membutuhkan negara lemah, regulasi longgar, dan rakyat yang tercerai-berai.
Sebaliknya, sosialisme menuntut:
Negara kuat dan berdaulat
Ekonomi yang melayani rakyat
Keadilan sebagai tujuan, bukan efek samping
Selama Ada Ketidakadilan, Sosialisme Akan Hidup
Sosialisme tidak mati karena ia bukan sekadar ide ia adalah reaksi sejarah terhadap keserakahan.
Selama kapitalisme:
Menghisap tanpa batas
Menjajah dengan wajah baru
Mengorbankan kemanusiaan demi keuntungan
Maka sosialisme akan terus bangkit, beradaptasi, dan hidup.
Bukan karena nostalgia,
melainkan karena kebutuhan zaman.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terima kasih atas komentar anda