Kamis, 04 September 2025

Indria Febriansyah: Negara Bukan Mainan Influencer, Rakyat Jangan Dibodohi 17+8

Indria Febriansyah: Negara Bukan Mainan Influencer, Rakyat Jangan Dibodohi 17+8



Jakarta – Ketua Umum Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia (KSTI), Indria Febriansyah, angkat bicara soal ramainya 17+8 Tuntutan Rakyat yang digagas para influencer. Ia menegaskan bahwa negara ini tidak boleh diatur oleh orang-orang yang cuma terkenal di media sosial tapi tidak pernah merasakan susahnya hidup sebagai rakyat kecil.


“Negara ini bukan panggung konten. Jangan main-main sama nasib rakyat! 17+8 itu cuma dagelan influencer yang cari panggung, bukan perjuangan sejati. Mereka nggak ada satu persen pun mewakili rakyat Indonesia,” ujar Indria dengan nada tegas, Kamis (4/9/2025).


Indria menyebut, influencer yang menunggangi aksi rakyat hanya memanfaatkan penderitaan untuk menaikkan nama mereka. Padahal, rakyat sudah berkorban, bahkan ada yang kehilangan nyawa seperti Affan Kurniawan, driver ojol yang tewas saat demonstrasi.

“Jangan jadikan darah rakyat sebagai bahan konten. Rakyat itu bukan penonton drama medsos. Perjuangan itu nyata di jalan, bukan di feed Instagram atau Twitter,” tegasnya.

Menurut Indria, kedaulatan bangsa sudah jelas: Presiden yang dipilih rakyat sah lewat pemilu, bukan keputusan influencer yang cuma heboh di jagat maya.

“Negara ini diatur Presiden, bukan oleh seleb medsos. Kalau semua kebijakan ikut maunya influencer, habislah bangsa ini. Kedaulatan rakyat jangan diganti sama kedaulatan likes dan followers,” pungkasnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih atas komentar anda