Kepemimpinan 4 Periode Rektor UST Dinilai Kemunduran, Alumni dan Mahasiswa Soroti Nepotisme
Yogyakarta — Polemik internal Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) kembali mencuat setelah sejumlah alumni dan mahasiswa mengkritik keras kepemimpinan Rektor yang telah menjabat selama empat periode, atau hampir dua dekade. Kritik tersebut mengarah pada tudingan stagnasi reformasi kampus dan praktik nepotisme dalam pengangkatan jabatan strategis.
Menurut sejumlah sumber internal, rektor dinilai tak bergeming terhadap kritik yang terus bergulir, bahkan menunjukkan sikap seolah-olah kebal terhadap aspirasi sivitas akademika. "Rektor UST tidak ada rasa malu, atau memang sudah buta pada kebenaran," ujar seorang alumni dalam forum terbuka yang digelar secara daring beberapa waktu lalu.
Kritik juga mengemuka atas kebijakan pengangkatan pejabat kampus yang disebut-sebut mengandung konflik kepentingan, termasuk penempatan individu yang memiliki hubungan keluarga dekat dengan rektor sendiri. Hal ini dinilai mencederai semangat meritokrasi dan prinsip Tamansiswa yang menjunjung tinggi keluhuran budi dan pengabdian.
Menanggapi situasi ini, Ketua Umum Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia, Indria Febriansyah, menyatakan keprihatinannya. Ia menegaskan bahwa semangat perjuangan Ki Hadjar Dewantara harus ditegakkan kembali.
“Ini bukan soal individu semata, tapi menyangkut masa depan generasi muda dan integritas lembaga pendidikan. Kalau ada indikasi kekuasaan dikekang terlalu lama, apalagi disertai praktik nepotisme, maka itu adalah bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai Tamansiswa. Rektor UST seharusnya punya jiwa besar untuk mundur dan memberi ruang bagi regenerasi,” ujar Indria.
Ia juga menyerukan kepada seluruh keluarga besar Tamansiswa untuk tidak diam dan mulai bersuara demi masa depan yang lebih sehat dan transparan.
Para pengamat pendidikan menilai bahwa kasus ini bisa menjadi momentum evaluasi total terhadap sistem tata kelola UST, agar tidak hanya berorientasi pada kekuasaan, tetapi lebih pada pembinaan karakter dan kualitas akademik sesuai amanat pendiri Tamansiswa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terima kasih atas komentar anda